Makalah Perkembangan Peserta Didik
By : Zesi Rusma
Hamriana

Makassar Muhammadiyah University
2014
KATA PENGANTAR
Assalamulaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama marilah senantiasa kita panjatkan puji
syukur dan syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat-Nya lah,
maka kami selaku kelompok VI dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tema
“KECERDASAN DAN KREATIVITAS ANAK”. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, sehingga dengan segala kekurangan dan keterbatasan, kami
sangat mengharapkan tanggapan berupa saran dan kritik yang sifatnya konstruktif
dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. Untuk itu dengan segala
kerendahan hati, dengan ini kami menghaturkan penghargaan dan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada sebagai pembimbing kami yang telah memberikan arahan
dan bimbingan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami juga
tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada
semua pihak yang ikut memberikan andil dalam pembuatan makalah ini, baik secara
langsung maupun tidak langsung atas kerjasama kelompok kami dan semua pihak
yang telah memberikan bantuan dan motivasinya. Semoga makalah ini dapat
dijadikan sebagai acuan belajar yang kompeten untuk kami kelompok VI dan juga
bagi rekan-rekan mahasiswa dalam proses pembelajaran PENGANTAR PENDIDIKAN
khususnya dalam materi KECERDASAN DAN KREATIVITAS ANAK. Wassalamulaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Makassar,
11 November 2014
Kelompok VI
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
a.
Latar Belakang
b.
Rumusan Masalah
c.
Tujuan Masalah
BAB II Pembahasan
a.
Pengertian Kecerdasan
b.
Klasifikasi Kecerdasan
c.
Faktor Kecerdasan dalam
Belajar dan Perkembangan Anak
d.
Pengertian Kreativitas
BAB III Penutup
Kesimpulan
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
ü Apa yang
dimaksud dengan kecerdasan
ü Bagaimana
klasifikasi kecerdasan
ü Apa saja
faktor yang mempengaruhi kecerdasan dalam belajar dan perkembangan anak
ü Apa yang
dimaksud dengan kreativitas
C. Tujuan Masalah
ü Mengetahui
apa yang dimaksud dengan kecerdasan.
ü Mengetahui
klasifikasi kecerdasan.
ü Memahami
factor yang mempengaruhi kecerdasan dalam belajar dan perkembangan anak.
ü Mengetahui
apa yang dimaksud dengan kreativitas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kecerdasan
Padanan kata kecerdasan
dalam bahasa Inggris adalah Intelligence. Intelligence
merupakan suatu kata yang memiliki makna sangat abstrak sehingga terdapat
beberapa definisi para ahli:
v Menurut
William Stern
Intelegensi
adalah merupakan suatu kemampuan untuk menyesuaikan diri pada tuntutan baru
dibantu dengan penggunaan afungsi berpikir.
v Menurut
Binet
Intelegensi
adalah merupakan kemampuan yang diperoleh melalui keturunan, kemampuan yang
diwarisi dan dimiliki sejak lahir dan tidak terlalu banyak dipengaruhi oleh
lingkungan.
v Menurut
Wechler (1958)
Intelegensi
sebagai keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara
terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
v Ahli-ahli
lain
a. Kecerdasan
adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah
b. Kecerdasan
adalah sebagai kapasitas beradaptasi dan belajar dari pengalaman.
c. Kecerdasan
meliputi karakteristik seperti kreativitas, dan keahlian interpersonal.
d. Kecerdasan
adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang
mencakup sejumlah kemampuan.
Berdasarkan definisi
dari para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa intelegensi atau
kecerdasan adalah merupakan keefektifan dan keefisienan otak dalam mencari
solusi menghadapi berbagai bentuk persoala
B.
Klasifikasi Kecerdasan
Adapun kecerdasan dibagi terbagi atas :
1.Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara
efektif baik bicara ataupun menulis (jurnalis, penyair, pengacara)
Ciri-ciri :
·
Dapat berargumentasi,
meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata
·
Gemar membaca dan
dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas
2. Kecerdasan Matematis-Logis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika
(ilmuwan, akuntan, programmer)
Ciri-ciri :
·
Mudah membuat
klasifikasi dan kategorisasi
·
Berpikir dalam pola
sebab akibat, menciptakan hipotesis
·
Pandangan hidupnya
bersifat rasional
3. Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan
menciptakan kembali berbagai macam aspek visual (arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur)
Ciri-ciri :
·
Kepekaan tajam untuk
detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang
·
Mudah memperkirakan
jarak dan ruang
·
Membuat sketsa ide
dengan jelas
4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh
untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan (atlet, pengrajin, montir,
menjahit, merakit model)
Ciri-ciri :
·
Menikmati kegiatan
fisik (olahraga)
·
Cekatan dan tidak
bias tinggal diam
·
Berminat dengan
segala sesuatu
5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan untuk mengembangkan,
mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara (konduktor, pencipta lagu,
penyanyi dsb)
Ciri-ciri :
·
Peka nada dan
menyanyi lagu dengan tepat
·
Dapat mengikuti irama
·
Mendengar music
dengan tingkat ketajaman lebih
6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap
perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain (networker, negotiator, guru)
Ciri-ciri :
·
Menghadapi orang lain
dengan penuh perhatian, terbuka
·
Menjalin kontak mata
dengan baik
·
Menunjukan empati
pada orang lain
·
Mendorong orang lain
menyampaikan kisahnya
7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan
mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri (konselor, teolog)
Ciri-ciri :
·
Membedakan berbagai
macam emosi
·
Mudah mengakses
perasaan sendiri
·
Menggunakan
pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya
·
Mawas diri dan suka meditasi
·
Lebih suka kerja
sendiri
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan
menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam (petani,
nelayan, pendaki, pemburu)
Ciri-ciri :
·
Mencintai lingkungan
·
Mampu mengenali sifat
dan tingkah laku binatang
·
Senang kegiatan di
luar (alam)
9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan
terdalam eksistensi atau keberadaan manusia (filsuf, teolog,)
Ciri-ciri :
·
Mempertanyakan
hakekat segala sesuatu
·
Mempertanyakan
keberadaan peran diri sendiri di alam/ dunia
C.
Faktor Kecerdasan
dalam Belajar dan Perkembangan Anak
Tingkat kecerdasan seseorang
berbeda-beda karena dalam perkembangan
kecerdasan ada beberapa faktor-faktor kecerdasan tersebut adalah sebagai
berikut :
A. Faktor Bawaan
Dimana
faktor ini ditentukan oleh sifat yang dibawa sejak lahir. Batas kesanggupan
atau kecakapan seseorang dalam memecahkan masalah, antara lain ditentukan oleh
faktor bawaan. Oleh karena itu, di dalam satu kelas dapat dijumpai anak yang
bodoh, agak pintar, dan pintar sekali, meskipun mereka menerima pelajaran dan
pelatihan yang sama.
B. Faktor Minat dan Bawaan yang Khas
Dimana
minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan bagi
perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat dorongan atau motif yang mendorong
manusia untuk berinteraksi dengan dunia luar, sehingga apa yang diminati oleh
manusia dapat memberikan dorongan untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.
C. Faktor Pembentukan
Dimana
pembentukan adalah segala keadaan di luar diri seseorang yang mempengaruhi
perkembangan intelengensi. Di sini dapat dibedakan antara pembentukan yang
direncanakan, seperti dilakukan di sekolah atau pembentukan yang tidak
direncanakan, misalnya pengaruh alam sekitarnya.
D. Faktor Kematangan
Dimana
organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Setiap organ
manusia baik fisik maupun psikis, dapat dikatakan telah matang, jika ia telah
tumbuh atau berkembang hingga mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya
masing-masing.
Oleh
karena itu, tidak diherankan bila anak-anak belulm mampu mengerjakan atau
memecahkan soal-soal matematika di kelas empat sekolah dasar, karena soal-soal
itu masih terlampau sukar bagi anak. Organ tubuhnya dan fungsi jiwanya masih
belum matang untuk menyelesaikan soal tersebut dan kematangan berhubungan erat
dengan faktor umur.
E. Faktor Kebebasan
Hal ini
berarti manusia dapat memilih metode tertentu dalam memecahkan masalah yang
dihadapi. Di samping kebebasan memilih metode, juga bebas dalam memilih masalah
yang sesuai dengan kebutuhannya.
Kelima faktor tersebut di atas saling mempengaruhi dan
saling terkait satu dengan yang lainnya. Jadi, untuk menentukan kecerdasan
seseorang, tidak dapat hanya berpedoman atau berpatokan kepada salah satu
faktor saja.
F.
Pengertian Kreativitas
Pengertian Kreativitas Menurut Para Ahli- Istilah kreativitas menunjukkan kemampuan
siswa dalam menciptakan hasil karya baru yang merupakan produk-produk kreasi.
Ada beberapa perbedaan pandangan mengenai definisi kreativitas. Perbedaan definisi atau pengertian kreativitas menurut para ahli saling melengkapi satu sama lain.
·
Santrock (2008:366) kreativitas ialah kemampuan berpikir tentang sesuatu dengan cara
baru dan tak biasa dan menghasilkan solusi yang unik atas suatu problem.
Selain itu Samsunuwiyati (2010:175) berpendapat bahwa kreativitas
merupakan konsep yang majemuk dan multi-dimensional,
sehingga sulit didefinisikan secara operasional.
·
Rogers (dalam Utami Munandar, 2009:18) mengemukakan
kreativitas adalah kecenderungan
untuk mengaktualisasi diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan
menjadi matang, kecenderungan untuk mengekspresikan dan mengaktifkan semua
kemampuan organisme.
·
Yatim Riyanto (2012:232) kreativitas merupakan istilah yang banyak digunakan baik
dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Definisi
lain menurut Moreno (dalam Yatim Riyanto,
2012:233) kreativitas merupakan sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak
harus merupakan sesuatu yang baru bagi oranglain atau dunia pada umumnya,
misalnya seorang siswa menciptakan untuk dirinya sendiri suatu hubungan baru
dengan siswa/orang lain.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka kreativitas dapat dirumuskan
sebagai suatu proses aktivitas kognitif seseorang untuk melahirkan sesuatu yang
baru, baik berupa karya baru maupun karya kombinasi yang semuanya itu relatif
berbeda dengan apa yang ada sebelumnya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar